Bolt Menutup Layanan Internet LTE-nya, Bagaimana Nasib Pelanggannya? – Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) resmi mencabut izin penggunaan pita frekuensi 2,3 GHz untuk Internux (Bolt), First Media, dan Jasnita Telkomindo. Ketiga PT telekomunikasi ini masih menunggak pembayaran Biaya Hak Penggunaan (BHP) frekuensi di 2,3 GHz untuk jaringan 4G LTE.

baca juga : Izin Frekuensi Dicabut, Bolt Resmi Menutup Layanan LTE

Manajemen Bolt pun angkat bicara mengenai keputusan tersebut. Direktur Utama Internux, Dicky Mochtar mengatakan mendukung keputusan pemerintah untuk menyudahi layanan 4G LTE-nya.

Walau begitu, Bolt juga tetap akan menyelesaikan pemenuhan hak pelanggan sesuai dengan yang diamanahkan oleh pihak pemerintah. Pelanggan akan tetap menerima pengembalian pulsa ataupun kuota yang belum terpakai, dan juga pembayaran awal.

Bolt telah menyiapkan 28 gerai khusus yang telah tersebar di Jabodetabek dan Medan untuk melayani proses pemenuhan hak para pelanggan. Dicky menyebutkan bahwa Bolt akan memenuhi kewajiban kepada seluruh pelanggan aktif, baik itu prabayar ataupun pascabayar.

Sementara itu, untuk para pelanggan aktif Bolt Home yang masih berada dalam cakupan Fixed Broadband Cable Internet First Media dari PT Link Net akan tetap mendapatkan penawaran diskon 30% dan juga Double Speed Upgrade untuk berlangganan selama 1 tahun. Selain itu pelanggan juga akan mendapatkan gratis semua saluran TV Kabel selama 3 bulan mulai dari Rp. 217.300/bulan.

Dicky Mochtar, selaku Direktur Utama Internux juga tidak lupa untuk mengucapkan terima kasih kepada kepercayaan yang telah diberikan oleh para pelanggan. “Bolt bersyukur menjadi salah satu operator Broadband Wireless Access (BWA) yang telah melakukan roll out secara masif dan juga melayani pelanggan dengan menghadirkan akses internet cepat 4G LTE.” Kata Dicky.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here