Izin Frekuensi Dicabut, Bolt Resmi Menutup Layanan LTE – Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) resmi menutup izin penggunaan pita frekuensi 2,3 GHz untuk PT Internux (Bolt), PT First Media, dan PT Jasnita Telekomindo. Penutupan ini dilakukan karena ketiga PT tersebut tidak memenuhi kewajiban membayar Biaya Hak Penggunaan spektrum frekuensi kepada negara.

Kominfo pun meminta kepada PT Internux dan PT First Media untuk memproses pengembalian hak pelanggan yang masih ada. Namun hingga saat ini, belum ada diterimanya informasi mengenai tata cara pengembalian hak pelanggan Bolt. Ia berharap proses ini dapat terselesaikan maksimal satu bulan.

Ia meminta para operator untuk menindaklanjuti tata cara pengembalian pulsa dan kuota pelanggan serta hak lain bila masih ada. Terhitung pada tanggal 19 November 2018, Kominfo telah melarang pihak PT Internux dan PT First Media untuk menambah pelanggan baru dan meminta untuk menghentikan aktivitas top up paket ataupun kuota data.

Hal tersebut dilakukan agar dapat mempermudah pantauan kondisi pengguna dari kedua perusahaan. Dari pantauan pihak Kominfo, per 20 November terdapat 10.169 pelanggan aktif Bolt dengan kuota data di atas Rp. 100.000 dari kedua operator. Kemudian per 25 Desmber, jumlah pelanggan menurun drastis dengan jumlah 5.056 pelanggan dan memiliki data di atas Rp. 100.000.

Kominfo menegaskan akan tetap memantau proses pengembalian pulsa dan juga hak hak dari para pelanggan kedua PT tersebut.

baca juga : Bolt Menutup Layanan Internet LTE-nya, Bagaimana Nasib Pelanggannya?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here